Laporan bacaan.
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh perkenalkan nama saya Panca Satria dari prodi PAI 4i.
1. Kultur sekolah
Menurut laporan bacaan saya, yaitu himpunan norma-norma, keyakinan, nilai-nilai, upacara, simbol dan cerita yang membentuk pesona sekolah. Harapan untuk membangun dari waktu ke waktu sebagai guru, administrator, orang tua dan siswa dapat bekerja sama, memecahkan masalah menghadapi tantangan dan mengatasi kegagalan. Setiap sekolah memiliki seperangkat harapan tentang yang dibahas pada rapat staf, dan bagaimana teknik mengajar yang baik. Dengan demikian siswa tidak hanya menuntut ilmu saja akan tetapi diajarkaan nilai-nilai dan keyakinan untuk membentuk pesona dan siswa dapat bekerjasama dengan warga sekolah lainnya untuk memecahkan masalah yang ada di dalamnya. Sekolah juga harus mampu memahami bagaimana teknik mengajar yang baik.
(Djemari, 2004) mengemukakan bahwa Stolp&Smith (1994) mendeskripsikan kultur sekolah sebagai pola makna yang dipancarkan secara historis yang mencakup norma, nilai, keyakinan, seremonial, ritual, tradisi, dan mitios dalam derajat yang bervariasi yang ditunjukkan oleh warga sekolah. Senada dengan pernyataan tersebut, Zamroni(2009) mengemukakan bahwa kultur sekolah adalah norma-norma, nilai-nilai, keyakinan, sikap, harapan-harapan, dan tradisi yang ada di sekolah dan diwariskan antar generasi, dipegang bersama baik oleh kepala sekolah, guru, staf administrasi maupun siswa dan mempengaruhi pola pikir (mindset), sikap, dan tindakan seluruh warga sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul di sekolah.
Contoh Kultur Positif di sekolah:
1. Warga sekolah memiliki keyakinan hanya mereka yang belajar keras dan sungguh-sungguh yang akan memperoleh prestasi tinggi.
2. Memegang teguh bahwa prestasi dan proses mencapainya seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.
3. Menjunjung tinggi nilai-nilai religius, norma sosial, etika dan moral.
4. Membangun jembatan antara visi, misi, dan aksi.
5. Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan memiliki kinerja dan etos kerja yang baik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di sekolah.
6. Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan memiliki spirit corp dan team workyang tinggi.
7. Komitmen seluruh warga sekolah (Kepala Sekolah, Pendidik dan Tenaga kependidikan) untuk selalu belajar (belajar sepanjang hayat).
8. Menghargai prestasi siswa
9. Memiliki simbol-simbol yang menekankan penghargaan dan sangsi, sehingga mendorong pencapaian prestasi dan menghambat pelanggaran dan tidak memiliki prestasi.
10. Lingkungan sekolah yang bersih, rapi, sejuk, dan aman.
2. Manajemen sekolah
(Djemari, 2004) mengemukakan bahwa Stolp&Smith (1994) mendeskripsikan kultur sekolah sebagai pola makna yang dipancarkan secara historis yang mencakup norma, nilai, keyakinan, seremonial, ritual, tradisi, dan mitios dalam derajat yang bervariasi yang ditunjukkan oleh warga sekolah. Senada dengan pernyataan tersebut, Zamroni(2009) mengemukakan bahwa kultur sekolah adalah norma-norma, nilai-nilai, keyakinan, sikap, harapan-harapan, dan tradisi yang ada di sekolah dan diwariskan antar generasi, dipegang bersama baik oleh kepala sekolah, guru, staf administrasi maupun siswa dan mempengaruhi pola pikir (mindset), sikap, dan tindakan seluruh warga sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul di sekolah.
Contoh Kultur Positif di sekolah:
1. Warga sekolah memiliki keyakinan hanya mereka yang belajar keras dan sungguh-sungguh yang akan memperoleh prestasi tinggi.
2. Memegang teguh bahwa prestasi dan proses mencapainya seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.
3. Menjunjung tinggi nilai-nilai religius, norma sosial, etika dan moral.
4. Membangun jembatan antara visi, misi, dan aksi.
5. Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan memiliki kinerja dan etos kerja yang baik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di sekolah.
6. Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan memiliki spirit corp dan team workyang tinggi.
7. Komitmen seluruh warga sekolah (Kepala Sekolah, Pendidik dan Tenaga kependidikan) untuk selalu belajar (belajar sepanjang hayat).
8. Menghargai prestasi siswa
9. Memiliki simbol-simbol yang menekankan penghargaan dan sangsi, sehingga mendorong pencapaian prestasi dan menghambat pelanggaran dan tidak memiliki prestasi.
10. Lingkungan sekolah yang bersih, rapi, sejuk, dan aman.
2. Manajemen sekolah
Menurut laporan bacaan saya, Manajemen sekolah merupakan tindakan pengelolaan dan pengadministrasian sekolah. Manajemen sekolah berarti memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan sekolah.
1. Faktor Fungsi Pokok Manajemen Sekolah
Manajemen sekolah perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik, guru-guru serta masyarakat setempat, untuk itu perlu dipahami fungsi-fungsi pokok manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan. Dalam prakteknya keempat fungsi pokok manajemen tersebut merupakan proses yang berkesinambungan.
Selanjutnya, keempat fungsi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Perencanaan program pendidikan sedikitnya mempunyai dua fungsi utama. Pertama, merupakan upaya sistematis yang menggambarkan penyusunan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga untuk mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia atau sumber-sumber yang dapat disediakan.
Kedua, kegiatan untuk menggerakkan atau menggunakan sumber-sumber yang terbatas secara efisien dan efektif untuk menciptakan tujuan yang telah ditetapkan.
b. Pelaksaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
c. Pengawasan dapat diartikan sebagai upaya untuk mengamati secara sistematis dan berkesinambungan, merekam, memberi penjelasan, petunjuk, pembinaan dan meluruskan berbagai hal yang kurang tepat serta memperbaiki kesalahan. Pengawasan merupakan kunci keberhasilan dalam seluruh proses manajemen, perlu dilihat secara komprehensif, terpadu dan tidak terbatas pada hal-hal tertentu.
d. Pembinaan merupakan rangkaian upaya pengendalian secara profesional semua unsur organisasi agar berfungsi sebagaimana mestinya sehingga rencana untuk mencapai tujuan dapat terlaksana secara efektif dan efisien.
3. Manajemen kelas
1. Faktor Fungsi Pokok Manajemen Sekolah
Manajemen sekolah perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik, guru-guru serta masyarakat setempat, untuk itu perlu dipahami fungsi-fungsi pokok manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan. Dalam prakteknya keempat fungsi pokok manajemen tersebut merupakan proses yang berkesinambungan.
Selanjutnya, keempat fungsi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Perencanaan program pendidikan sedikitnya mempunyai dua fungsi utama. Pertama, merupakan upaya sistematis yang menggambarkan penyusunan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga untuk mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia atau sumber-sumber yang dapat disediakan.
Kedua, kegiatan untuk menggerakkan atau menggunakan sumber-sumber yang terbatas secara efisien dan efektif untuk menciptakan tujuan yang telah ditetapkan.
b. Pelaksaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
c. Pengawasan dapat diartikan sebagai upaya untuk mengamati secara sistematis dan berkesinambungan, merekam, memberi penjelasan, petunjuk, pembinaan dan meluruskan berbagai hal yang kurang tepat serta memperbaiki kesalahan. Pengawasan merupakan kunci keberhasilan dalam seluruh proses manajemen, perlu dilihat secara komprehensif, terpadu dan tidak terbatas pada hal-hal tertentu.
d. Pembinaan merupakan rangkaian upaya pengendalian secara profesional semua unsur organisasi agar berfungsi sebagaimana mestinya sehingga rencana untuk mencapai tujuan dapat terlaksana secara efektif dan efisien.
3. Manajemen kelas
Menurut laporan bacaan saya, Manajemen kelas merupakan kegiatan-kegiatan yang diupayakan oleh seorang guru untuk menciptakan situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal.
Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan dikelolanya kelas pada hakikatnya sudah ada dalam tujuan pendidikan. Secara umum,tujuan pengelolaan kelas yaitu menyediakan fasilitas untuk bermacam-macam aktivitas belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, adanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, pengembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi kepada siswa. (Djamarah dan Zain, 2010:178)
Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas
Menurut Muhaimin (2002:137-144) Manajemen kelas memiliki beberapa prinsip yang harus menjadi perhatian sebagai syarat membuat satu model pembelajaran yang efektif dan efisien yakni:
Prinsip Kesiapan (Readyness)
Kesiapan belajar merupakan kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, intelegensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang paten, motivasi, presepsi, dan faktor-faktor lain yang menjadikan mungkin seseorang bisa belajar.
Prinsip Movitasi (Motivation)
Motivasi yaitu tenaga yang mendorong atau menarik yang menjadikan terdapat perilaku ke arah suatu tujuan tertentu. Terdapatnya motivasi pada peserta didik maka akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, memiliki perhatian dan rasa ingin tahu yang kuat untuk berpartisipasi dalam aktivitas belajar, berupaya dengan keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melaksanakan aktivitas tersebut dan juga terus bekerja hingga tugas-tugas tadi terlesaikan.
Prinsip Perhatian
Perhatian adalah sebuah strategi kognitif yang meliputi empat keterampian yakni orientasinya pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri terhadap aspek-aspek yang relevan, dan mengesampingkan stimuli yang tidak relevan. Didalam proses pembejalaran perhatian adalah faktor yang besar pengaruhnya.
Prinsip Persepsi
Prinsip umum yang harus diperhatikan dalam pemakaian persepsi yaitu:
Semakin baik persepsi tentang sesuatu maka mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu itu
Didalam pembelajaran harus menghindari persepsi yang salah sebab hal ini akan menimbulkan pengertian yang salah juga pada peserta didik mengenai apa yang dipelajari.
Dalam pembelajaran harus diusahakan berbagai sumber belajar yang bisa mendekati benda nyata sehingga peserta diik mendapatkan persepsi yang sangat akurat.
Persepsi Retensi
Persepsi retensi yaitu apa yang perlu ditinggal dan bisa diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang sudah dipelajari bisa bertahan atau tertinggal lebih lama pada struktur kognitif dan bisa diingat kembali jika dibutuhkan. Karena itu retensi sangat menjadi penentu hasil yang didapatkan peserta didik dalam proses belajar mengajar.
Prinsip Transfer
Transfer adalah suatu proses yang mana sesuatu yang pernah dipelajari bisa berpengaruh pada proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan begitu transfer artiny pengaitang pengetahuan yang telah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diberikan disekolah selalu diasumsikan atau diinginkan bisa digunakan untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi nantinya.
4. 4 kompetensi guru profesional
Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan dikelolanya kelas pada hakikatnya sudah ada dalam tujuan pendidikan. Secara umum,tujuan pengelolaan kelas yaitu menyediakan fasilitas untuk bermacam-macam aktivitas belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, adanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, pengembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi kepada siswa. (Djamarah dan Zain, 2010:178)
Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas
Menurut Muhaimin (2002:137-144) Manajemen kelas memiliki beberapa prinsip yang harus menjadi perhatian sebagai syarat membuat satu model pembelajaran yang efektif dan efisien yakni:
Prinsip Kesiapan (Readyness)
Kesiapan belajar merupakan kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, intelegensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang paten, motivasi, presepsi, dan faktor-faktor lain yang menjadikan mungkin seseorang bisa belajar.
Prinsip Movitasi (Motivation)
Motivasi yaitu tenaga yang mendorong atau menarik yang menjadikan terdapat perilaku ke arah suatu tujuan tertentu. Terdapatnya motivasi pada peserta didik maka akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, memiliki perhatian dan rasa ingin tahu yang kuat untuk berpartisipasi dalam aktivitas belajar, berupaya dengan keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melaksanakan aktivitas tersebut dan juga terus bekerja hingga tugas-tugas tadi terlesaikan.
Prinsip Perhatian
Perhatian adalah sebuah strategi kognitif yang meliputi empat keterampian yakni orientasinya pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri terhadap aspek-aspek yang relevan, dan mengesampingkan stimuli yang tidak relevan. Didalam proses pembejalaran perhatian adalah faktor yang besar pengaruhnya.
Prinsip Persepsi
Prinsip umum yang harus diperhatikan dalam pemakaian persepsi yaitu:
Semakin baik persepsi tentang sesuatu maka mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu itu
Didalam pembelajaran harus menghindari persepsi yang salah sebab hal ini akan menimbulkan pengertian yang salah juga pada peserta didik mengenai apa yang dipelajari.
Dalam pembelajaran harus diusahakan berbagai sumber belajar yang bisa mendekati benda nyata sehingga peserta diik mendapatkan persepsi yang sangat akurat.
Persepsi Retensi
Persepsi retensi yaitu apa yang perlu ditinggal dan bisa diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang sudah dipelajari bisa bertahan atau tertinggal lebih lama pada struktur kognitif dan bisa diingat kembali jika dibutuhkan. Karena itu retensi sangat menjadi penentu hasil yang didapatkan peserta didik dalam proses belajar mengajar.
Prinsip Transfer
Transfer adalah suatu proses yang mana sesuatu yang pernah dipelajari bisa berpengaruh pada proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan begitu transfer artiny pengaitang pengetahuan yang telah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diberikan disekolah selalu diasumsikan atau diinginkan bisa digunakan untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi nantinya.
4. 4 kompetensi guru profesional
1. Kompetensi pedagogik, yaitu mampu dan terampil dalam mengelola. pembelajaran.
2. Kompetensi kepribadian, yaitu sikap karakter personal.
3. Kompetensi profesional, yaitu guru mampu membimbing seluruh peserta didiknya untuk mencapai standar kompetensi.
4. Kompetensi sosial, yaitu berkaitan dengan komunikasi, sikap dan interaksi secara umum baik dengan siapapun.
5. Katakteristik peserta didik
2. Kompetensi kepribadian, yaitu sikap karakter personal.
3. Kompetensi profesional, yaitu guru mampu membimbing seluruh peserta didiknya untuk mencapai standar kompetensi.
4. Kompetensi sosial, yaitu berkaitan dengan komunikasi, sikap dan interaksi secara umum baik dengan siapapun.
5. Katakteristik peserta didik
Menurut laporan bacaan saya, yaitu meliputi minat, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual dan perkembangan motorik.
Penting bagi Guru Pintar untuk dapat mengenali dan memahami karakteristik peserta didik. Salah satu manfaat ketika Guru mengenali dan memahami karakter siswa adalah proses belajar mengajar yang berlangsung dengan lebih baik. Lantas bagaimana strategi yang dapat diterapkan untuk mengenali dan memahami karakter siswa?
1. Kenali Temperamen Siswa
Pada dasarnya, bagaimana siswa memahami materi pelajaran dan mengerjakan tugas-tugasnya terkait erat dengan temperamen siswa itu sendiri. Bahkan eksplorasi cara-cara baru dalam menuntaskan tugasnya juga sangat dipengaruhi oleh karakteristik siswa.
Ada sebagian siswa yang tampak antusias dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Ada pula karakter siswa yang cenderung berhati-hati saat beradaptasi degan lingkungan baru, namun semakin santai seiring waktu. Dan, ada karakter siswa yang lambat beradaptasi serta rentan menampilkan ledakan emosi.
Bagaimana siswa belajar dan mengerjakan tugasnya biasanya dipengaruhi oleh karakteristik peserta didik – termasuk dari caranya berinteraksi dengan lingkungan. Perlu diketahui, pengertian karakter siswa juga mencakup latar belakang dan pengalaman yang berpengaruh pada efektivitas proses belajar.
2. Amati Siswa selama Proses Belajar
Sebagai individu, karakter siswa tampak dari caranya berkomunikasi – baik verbal maupun non-verbal. Bagaimana siswa berinteraksi dengan teman-temannya juga bisa memberi petunjuk tentang karakteristiknya. Lebih dari itu, pola interaksi yang sama boleh jadi terulang pada saat siswa harus bekerja dan mengerjakan tugasnya dalam kelompok.
Apa lagi karakteristik siswa yang penting untuk diperhatikan selama proses belajar? Guru Pintar perlu memperhatikan bagaimana siswa berkomunikasi – apakah mengajukan pertanyaan, aktif dalam diskusi, hingga bagaimana tingkat kesulitannya dalam mengerjakan tugas.
Raut muka juga mampu menunjukkan apakah siswa sudah memahami materi pelajaran atau belum. Karakteristik siswa juga dapat diamati dari perilakunya – apakah relatif tenang, mengganggu kelas, dan seterusnya. Pada akhirnya, proses belajar seorang siswa yang kurang lancar dapat menghambat proses belajar mengajar kelas – dengan mengganggu temannya, misalnya.
3. Komunikasi Dua Arah
Komunikasi dua arah menjadi penanda penting karakteristik guru dan siswa abad 21. Komunikasi dua arah berperan penting sebagai sarana Guru untuk mengetahui sudut pandang dan perasaan siswa. Bahkan, siswa dapat menyampaikan apa yang ingin diketahui dan dipelajarinya melalui komunikasi yang baik dengan Gurunya.
Bagaimana mengembangkan komunikasi dua arah yang baik? Guru Pintar dapat memulai dengan bertanya tentang pendapat siswa, misalnya. Alih-alih menjelaskan, Guru dapat mengajak siswa untuk aktif berpikir dengan bertanya 'kenapa' atau 'bagaimana.'
Tugas atau project juga dapat didiskusikan bersama siswa. Melibatkan siswa dalam menentukan tugas yang akan dibuat, termasuk ketua kelompoknya, merupakan bentuk komunikasi dua arah yang berjalan baik.
Cara mengelola kelas dengan karakteristik siswa yang berbeda adalah dengan memahami setiap karakteristik yang ada. Akan tetapi, komunikasi dua arah yang baik mampu menentukan pemahaman karakteristik siswa tersebut akan dibawa ke mana.
4. Menyertakan Siswa pada Program Pengenalan Diri
Jika Guru perlu memahami karakteristik peserta didik, maka bagaimana dengan siswa sendiri? Karakteristik siswa abad 21 tentu tak bisa disamakan dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka perlu mengenali potensi dirinya sendiri – bukan hanya karakter, tapi juga bakat dan minatnya.
Jika karakteristik siswa dapat dipahami melalui observasi, bakat dan minat memerlukan cara pemahaman yang berbeda. Bakat siswa tampak dari kemampuannya, prestasinya, bahkan tes intelegensinya. Sedangkan minat siswa tampak pada hobinya, kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya, kegiatan yang disukainya, maupun tes minat yang diambilnya.
Semakin baik siswa mengenal dirinya sendiri, semakin mudah bagi Guru untuk membantu mengarahkannya dalam memahami pelajaran. Di sisi lain, semakin baik pemahaman Guru tentang karakteristik siswa, semakin baik manajemen kelas. Jadi, pemahaman karakter siswa membawa dampak positif bagi diri siswa sendiri maupun Guru.
6. Kurikulum
Penting bagi Guru Pintar untuk dapat mengenali dan memahami karakteristik peserta didik. Salah satu manfaat ketika Guru mengenali dan memahami karakter siswa adalah proses belajar mengajar yang berlangsung dengan lebih baik. Lantas bagaimana strategi yang dapat diterapkan untuk mengenali dan memahami karakter siswa?
1. Kenali Temperamen Siswa
Pada dasarnya, bagaimana siswa memahami materi pelajaran dan mengerjakan tugas-tugasnya terkait erat dengan temperamen siswa itu sendiri. Bahkan eksplorasi cara-cara baru dalam menuntaskan tugasnya juga sangat dipengaruhi oleh karakteristik siswa.
Ada sebagian siswa yang tampak antusias dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Ada pula karakter siswa yang cenderung berhati-hati saat beradaptasi degan lingkungan baru, namun semakin santai seiring waktu. Dan, ada karakter siswa yang lambat beradaptasi serta rentan menampilkan ledakan emosi.
Bagaimana siswa belajar dan mengerjakan tugasnya biasanya dipengaruhi oleh karakteristik peserta didik – termasuk dari caranya berinteraksi dengan lingkungan. Perlu diketahui, pengertian karakter siswa juga mencakup latar belakang dan pengalaman yang berpengaruh pada efektivitas proses belajar.
2. Amati Siswa selama Proses Belajar
Sebagai individu, karakter siswa tampak dari caranya berkomunikasi – baik verbal maupun non-verbal. Bagaimana siswa berinteraksi dengan teman-temannya juga bisa memberi petunjuk tentang karakteristiknya. Lebih dari itu, pola interaksi yang sama boleh jadi terulang pada saat siswa harus bekerja dan mengerjakan tugasnya dalam kelompok.
Apa lagi karakteristik siswa yang penting untuk diperhatikan selama proses belajar? Guru Pintar perlu memperhatikan bagaimana siswa berkomunikasi – apakah mengajukan pertanyaan, aktif dalam diskusi, hingga bagaimana tingkat kesulitannya dalam mengerjakan tugas.
Raut muka juga mampu menunjukkan apakah siswa sudah memahami materi pelajaran atau belum. Karakteristik siswa juga dapat diamati dari perilakunya – apakah relatif tenang, mengganggu kelas, dan seterusnya. Pada akhirnya, proses belajar seorang siswa yang kurang lancar dapat menghambat proses belajar mengajar kelas – dengan mengganggu temannya, misalnya.
3. Komunikasi Dua Arah
Komunikasi dua arah menjadi penanda penting karakteristik guru dan siswa abad 21. Komunikasi dua arah berperan penting sebagai sarana Guru untuk mengetahui sudut pandang dan perasaan siswa. Bahkan, siswa dapat menyampaikan apa yang ingin diketahui dan dipelajarinya melalui komunikasi yang baik dengan Gurunya.
Bagaimana mengembangkan komunikasi dua arah yang baik? Guru Pintar dapat memulai dengan bertanya tentang pendapat siswa, misalnya. Alih-alih menjelaskan, Guru dapat mengajak siswa untuk aktif berpikir dengan bertanya 'kenapa' atau 'bagaimana.'
Tugas atau project juga dapat didiskusikan bersama siswa. Melibatkan siswa dalam menentukan tugas yang akan dibuat, termasuk ketua kelompoknya, merupakan bentuk komunikasi dua arah yang berjalan baik.
Cara mengelola kelas dengan karakteristik siswa yang berbeda adalah dengan memahami setiap karakteristik yang ada. Akan tetapi, komunikasi dua arah yang baik mampu menentukan pemahaman karakteristik siswa tersebut akan dibawa ke mana.
4. Menyertakan Siswa pada Program Pengenalan Diri
Jika Guru perlu memahami karakteristik peserta didik, maka bagaimana dengan siswa sendiri? Karakteristik siswa abad 21 tentu tak bisa disamakan dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka perlu mengenali potensi dirinya sendiri – bukan hanya karakter, tapi juga bakat dan minatnya.
Jika karakteristik siswa dapat dipahami melalui observasi, bakat dan minat memerlukan cara pemahaman yang berbeda. Bakat siswa tampak dari kemampuannya, prestasinya, bahkan tes intelegensinya. Sedangkan minat siswa tampak pada hobinya, kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya, kegiatan yang disukainya, maupun tes minat yang diambilnya.
Semakin baik siswa mengenal dirinya sendiri, semakin mudah bagi Guru untuk membantu mengarahkannya dalam memahami pelajaran. Di sisi lain, semakin baik pemahaman Guru tentang karakteristik siswa, semakin baik manajemen kelas. Jadi, pemahaman karakter siswa membawa dampak positif bagi diri siswa sendiri maupun Guru.
6. Kurikulum
Menurut laporan bacaan saya, Pengertian Kurikulum adalah kumpulan rencana, materi pembelajaran, dan bahkan cara mengajar yang digunakan sebagai terbaru oleh para pengajar demi tercapainya tujuan pembelajaran akhir.
Fungsi kurikulum
Rangkaian rencana demi terwujudnya tujuan pendidikan, tentu kurikulum memiliki beberapa fungsi.
Berikut adalah fungsi dari Kurikulum.
1. Fungsi Penyesuaian
Kurikulum memiliki sifat yang mampu menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungan yang cenderung dinamis.
2. Fungsi Integrasi
Kurikulum yang mampu menjadi alat pendidikan yang dapat membentuk pribadi-pribadi yang utuh serta berintegritas di masyarakat.
3. Fungsi Diferensiasi
Kurikulum merupakan alat pendidikan yang memperhatikan pelayanan kepada setiap peserta didik yang mana mereka memiliki perbedaan masing-masing yang memperhatikan.
4. Fungsi Persiapan
Sebagai alat pendidikan, kurikulum berfungsi untuk membantu mempersiapkan peserta didik untuk dapat menuju ke jenjang pendidikan berikutnya, serta siap untuk hidup bermasyarakat peserta didik tersebut tidak melanjutkan pendidikannya.
5. Fungsi Pemilihan
Kurikulum memfasilitasi para peserta didik dengan cara memberi mereka kesempatan untuk memilih program belajar yang sesuai dengan minat serta bakatnya.
6. Fungsi Diagnostik
Kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi dari seorang peserta didik agar dia dapat berhenti terus potensinya dan memperbaiki kelemahannya.
Sedangkan untuk peserta didik, kurikulum berfungsi untuk membantu mereka agar dapat memahami materi dan melaksanakan proses pembelajaran dengan mudah, sehingga target pembelajaran dapat dicapai.
Selain itu, peserta didik juga diharapkan mendapatkan pengalaman baru yang bisa saja menjadi bekal di kehidupannya yang belakangan
7. Perangkat pembelajaran
Fungsi kurikulum
Rangkaian rencana demi terwujudnya tujuan pendidikan, tentu kurikulum memiliki beberapa fungsi.
Berikut adalah fungsi dari Kurikulum.
1. Fungsi Penyesuaian
Kurikulum memiliki sifat yang mampu menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungan yang cenderung dinamis.
2. Fungsi Integrasi
Kurikulum yang mampu menjadi alat pendidikan yang dapat membentuk pribadi-pribadi yang utuh serta berintegritas di masyarakat.
3. Fungsi Diferensiasi
Kurikulum merupakan alat pendidikan yang memperhatikan pelayanan kepada setiap peserta didik yang mana mereka memiliki perbedaan masing-masing yang memperhatikan.
4. Fungsi Persiapan
Sebagai alat pendidikan, kurikulum berfungsi untuk membantu mempersiapkan peserta didik untuk dapat menuju ke jenjang pendidikan berikutnya, serta siap untuk hidup bermasyarakat peserta didik tersebut tidak melanjutkan pendidikannya.
5. Fungsi Pemilihan
Kurikulum memfasilitasi para peserta didik dengan cara memberi mereka kesempatan untuk memilih program belajar yang sesuai dengan minat serta bakatnya.
6. Fungsi Diagnostik
Kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi dari seorang peserta didik agar dia dapat berhenti terus potensinya dan memperbaiki kelemahannya.
Sedangkan untuk peserta didik, kurikulum berfungsi untuk membantu mereka agar dapat memahami materi dan melaksanakan proses pembelajaran dengan mudah, sehingga target pembelajaran dapat dicapai.
Selain itu, peserta didik juga diharapkan mendapatkan pengalaman baru yang bisa saja menjadi bekal di kehidupannya yang belakangan
7. Perangkat pembelajaran
Menurut laporan bacaan saya, Perangkat pembelajaran adalah hal yang harus disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran. perangkat adalah alat atau perlengkapan, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang belajar.
8. Strategi pembelajaran
8. Strategi pembelajaran
Menurut laporan bacaan saya, Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
9. Sistem evaluasi
9. Sistem evaluasi
Menurut laporan bacaan saya, kegiatan yang terus-menerus dan berkelanjutan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas perubahan perilaku pada diri mahasiswa akibat proses pendidikan.
11. Silabus
11. Silabus
Menurut laporan bacaan saya, Silabus adalah salah satu komponen perangkat pembelajaran dari rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.
12. Rpp
12. Rpp
Menurut laporan bacaan saya, Rencana pelaksanaan pembelajaran, atau disingkat RPP, adalah pegangan seorang guru dalam mengajar di dalam kelas. RPP dibuat oleh guru untuk membantunya dalam mengajar agar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada hari tersebut.
13. Media pembelajaran
13. Media pembelajaran
Menurut laporan bacaan saya, Pengertian Media Pembelajaran, Secara sederhana, media pembelajaran adalah alat-alat bantu yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan proses belajar mengajar, mulai dari buku sampai penggunaan perangkat elektronik dikelas.
14. Bahan ajar
14. Bahan ajar
Menurut laporan bacaan saya, materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
15. Lks
15. Lks
Menurut laporan bacaan saya, LKS merupakan materi ajar cetak yang dikemas sedemikian rupa yang berisi materi, ringkasan, dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan oleh peserta didik sehingga siswa dapat belajar secara mandiri.
16. Perangkat evaluasi
16. Perangkat evaluasi
Menurut laporan bacaan saya, merupakan alat (ukur) yang digunakan untuk mengumpulkan atau mengolah informasi mengenai pencapaian hasil belajar para peserta didik.
https://text-id.123dok.com/document/wyenekd4y-pengertian-kultur-sekolah-kultur-sekolah.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sekolah#:~:text=Manajemen
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manajemen_kelas#:~:text=Manajemen
https://pintek.id/blog/kompetensi-guru/
https://salamadian.com/pengertian-kurikulum/
https://www.foppsiwanasaba.com/2018/05/27-perangkat-pembelajaran-yang-wajib-di.html?m=1
https://akfarsam.ac.id/sistem-evaluasi-pendidikan/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Silabus
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rencana_pelaksanaan_pembelajaran#
https://salamadian.com/pengertian-media-pembelajaran/
https://penerbitdeepublish.com/jenis-bahan-ajar/
https://www.provisieducation.com/en/from-the-field/instrumen-evaluasi
https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/memahami-karakteristik-siswa-sebagai-peserta-didik-saat-belajar-mengajar
https://text-id.123dok.com/document/wyenekd4y-pengertian-kultur-sekolah-kultur-sekolah.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sekolah#:~:text=Manajemen
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manajemen_kelas#:~:text=Manajemen
https://pintek.id/blog/kompetensi-guru/
https://salamadian.com/pengertian-kurikulum/
https://www.foppsiwanasaba.com/2018/05/27-perangkat-pembelajaran-yang-wajib-di.html?m=1
https://akfarsam.ac.id/sistem-evaluasi-pendidikan/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Silabus
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rencana_pelaksanaan_pembelajaran#
https://salamadian.com/pengertian-media-pembelajaran/
https://penerbitdeepublish.com/jenis-bahan-ajar/
https://www.provisieducation.com/en/from-the-field/instrumen-evaluasi
https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/memahami-karakteristik-siswa-sebagai-peserta-didik-saat-belajar-mengajar
Komentar
Posting Komentar