Kultur sekolah
1. Kultur sekolah
Menurut laporan bacaan saya, yaitu himpunan norma-norma, keyakinan, nilai-nilai, upacara, simbol dan cerita yang membentuk pesona sekolah. Harapan untuk membangun dari waktu ke waktu sebagai guru, administrator, orang tua dan siswa dapat bekerja sama, memecahkan masalah menghadapi tantangan dan mengatasi kegagalan. Setiap sekolah memiliki seperangkat harapan tentang yang dibahas pada rapat staf, dan bagaimana teknik mengajar yang baik. Dengan demikian siswa tidak hanya menuntut ilmu saja akan tetapi diajarkaan nilai-nilai dan keyakinan untuk membentuk pesona dan siswa dapat bekerjasama dengan warga sekolah lainnya untuk memecahkan masalah yang ada di dalamnya. Sekolah juga harus mampu memahami bagaimana teknik mengajar yang baik.Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat yang memang sangat mencakup cara berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstrak.
Kultur sekolah dalam suatu lingkungan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah. Perwujudan kultur sekolah ini sangat perlu diusahakan kondisi yang mendukungnya, yaitu kepemimpinan/keteladanan, dan bimbingan terhadap setiap anggota agar mampu meningkatkan semangat kerja dan rasa bangga.
Nilai, moral, sikap dan perilaku siswa tumbuh berkembang selama waktu di sekolah, dan perkembangan mereka tidak dapat dihindarkan dipengaruhi oleh struktur dan kultur sekolah serta oleh interaksi mereka dengan aspek/komponen di sekolah.
Menurut Peterson (2002) “Suatu budaya sekolah mempengaruhi cara orang berpikir, merasa, dan bertindak. Mampu memahami dan membentuk budaya adalah kunci keberhasilan sekolah dalam mempromosikan staf dan belajar siswa.”
Menurut Willard Waller (Deal & Peterson, 2011) “Sekolah memiliki budaya yang pasti tentang diri mereka sendiri. Di sekolah, ada ritual yang kompleks dalam hubungan interpersonal, sebuah kebiasaan, adat istiadat, dan sanksi irasional, kode moral yang berlaku di antara mereka. Orangtua, guru, kepala sekolah, dan siswa selalu merasakan sesuatu yang istimewa, namun seringkali tak terdefinisikan, tentang sekolah mereka, tentang sesuatu yang sangat kuat namun sulit untuk dijelaskan.”
Kultur sekolah adalah salah satu yang menjadi daya tarik seseorang untuk menggunakan jasa pendidikan yang ditawarkan sekolah. Semakin positif kultur sekolah, maka seorang yang di didik akan semakin tertarik kepada sekolah tersebut. Dan yang terpenting, kultur sekolah ini merupakan landasan dari tercapainya semua bentuk prestasi warga sekolah.
Bahkan Kultur sekolah juga merupakan serangkaian keyakinan, harapan, nilai-nilai, norma, tata aturan, dan rutinitas kerja yang diinternalisasi warga sekolah sehingga mempengaruhi hubungan sesama dan kinerja warga sekolah dalam upaya mencapai tujuan sekolah. Kultur inilah yang menjadi pembeda antara sekolah satu dengan lainnya.
Adapun Menurut gareth R. Jones dan Jennifer M. George (2009), sebagai sebuah organisasi, sekolah ada yang memiliki kultur kuat (strong) dan ada pula yang lemah (weak). Karena adanya ketika warga sekolah, dari kepala sekolah hingga bagian kebersihan, memiliki komitmen yang tinggi terhadap nilai-nilai yang disepakati bersama maka sekolah tersebut memiliki kultur yang kuat (strong). Nilai kedisiplinan, misalnya berupa yang disepakati dan diterapkan bersama secara bertanggung jawab dan penuh komitmen maka sekolah tersebut memiliki kultur yang kuat.
Dan sekolah berperan dalam menyampaikan kebudayaan dari generasi ke generasi dan oleh karena itu harus selalu memperhatikan kondisi masyarakat dan kebudayaan umum. Namun demikian, di sekolah itu sendiri timbul pola kelakuan tertentu.
Adapun kultur sekolah sebenarnya bukan hanya sekedar kultur di sekolah saja. Akan tetapi kultur sekolah juga dimiliki oleh tiap-tiap sekolah. Sehingga masing-masing sekolah itu dapat mengembangkan keunikan dan ciri khas melalui kultur sekolah mereka. Oleh karenanya terdapat variasi atau bermacam-macam kultur di sejumlah sekolah.
Komentar
Posting Komentar